Pages

Labels

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Perbatasan provinsi riau


PROFIL WILAYAH PERBATASAN NEGARA
DI PROVINSI RIAU
Geografis dan Administratif. Provinsi Riau di sebelah Utara berbatasan dengan Selat Singapura dan Selat Malaka; di sebelah Selatan dengan Provinsi Jambi dan Selat Berhala; di sebelah Timur berbatasan dengan Laut Cina Selatan (Provinsi Kepulauan Riau), dan di sebelah Barat berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Sumatera Utara. Luas wilayah Provinsi Riau adalah 111.228,65 km2 yang terdiri dari pulau-pulau dan lautan. Keberadaannya membentang dari lereng Bukit Barisan sampai ke Laut Cina Selatan. Provinsi Riau memiliki 3 (tiga) kabupaten yang berbatasan dengan wilayah negara lain, yaitu :
1. Kabupaten Rokan Hilir
2. Kabupaten Bengkalis
3. Kota Dumai
Lintas Batas. Berdasarkan hasil perjanjian Antara Pemerintah Indonesia Dan Pemerintah Malaysia Tentang Lintas Batas, 12 Januari 2006 terdapat 11 titik lintas batas antara Indonesia dengan Malaysia di Provinsi Riau.
Tabel : Titik Lintas Batas Indonesia-Malaysia di Provinsi Riau
INDONESIA (RIAU)
MALAYSIA
Kabupaten
Titik Lintas Batas
Wilayah Akses
Negara Bagian
Titik Lintas Batas
Wilayah Akses
Rokan Hilir
Panipahan
Limit to Panipahan Village Only
Jeti Sungai Rambai
Limit to Jasin Town Only
Rokan Hilir
Sinaboi
Limit to Sinaboi Village Only
Jeti Kuala Linggi
Limit to Alor Gajah Town Only
Bengkalis
Tanjung Medang
Limit to Rupat Sub District Only
Melaka
Pelabuhan Sungai Melaka
Within the City of Melaka Only
Kondisi Geografis dan Administrasi
PROFIL WILAYAH PERBATASAN NEGARA
DI PROVINSI RIAU
Bengkalis
Selat Baru
Limit to Selat Baru and Bengkalis Town Only
Stulang Laut
Limit to Johor Baharu City Only
Bengkalis
Tanjung Samak
Limit to Rangsang Sub District Only
Muar
Limit to Muar Town Only
Bengkalis
Sungai Pakning
Limit to Sungai Pakning Town Only
Batu Pahat
Limit to Batu Pahat Only
Bengkalis
Teluk Belitung
Limit to Teluk Betung Town Only
1. Tanjung Belungkor
2. Tanjung Pengelih
Limit to Pengerang Sub District Only
Pelalawan
Serapung
Limit to Kuala Kampar Sub District Only
Kukup
Limit to Kukup Town Only
Inhil
Guntung
Limit to Sungai Guntung Town Only
Johor
Jeti Mersing
Limit to Jeti Mersing Town Only
Inhil
Kuala Enok
Limit to Kuala Enok Town Only
Negeri Sembilan
Port Dickson
Limit to Port Dickson Town Only
Inhil
Kuala Gaung
Limit to Kuala Gaung and Teluk Pinang Town Only
Limit to Port Klang Town Only
Selangor
Port Klang
Kondisi Kependudukan dan Sosial Ekonomi
Kependudukan. Jumlah penduduk Kabupaten/Kota di wilayah perbatasan tahun 2005 berjumlah 1,3 juta jiwa atau 28,5% dari total penduduk Provinsi Riau. Jumlah penduduk di wilayah perbatasan terbesar dimiliki Kabupaten Bengkalis dan terendah dimiliki Kabupaten Dumai. Persentase Penduduk Per Kabupaten/Kota di Provinsi Riau, Tahun 2005Kota Pekan Baru19%Indragiri Hulu8%Siak8%Kampar14%Rokan Hulu9%Kuantan Sengingi7%Rokan Hilir11%Bengkalis18%Kota Dumai6%
PROFIL WILAYAH PERBATASAN NEGARA
DI PROVINSI RIAU
3
Kondisi pendidikan berdasarkan indikator Angka Melek Huruf diantaar kabupaten/kota wilayah perbatasan, AMH terendah berada Kabupaten Rokan Hilir (88,8%), dan merupakan AMH terendah pula diantara kabupaten/kota di Provinsi Riau. Kondisi AMH terbaik diwilayah perbatasan berada di Kota Dumai (99,10%). Angka Melek Huruf Kabupaten/ Kota Di Provinsi Riau, Tahun 200597,8092,8394,1099,6693,6098,5288,8097,2999,1097,9996,40 AMH Prov 97,8%708090100KotaDumaiBengkalisRokan HilirKuantanSengingiIndragiriHuluSiakKamparRokanHuluKotaPekanBaruPelalawanIndragiriHilirKABUPATENPERBATASANKABUPATEN NON PERBATASAN
Berdasarkan indikator Rata-rata lama sekolah di kabupaten yang berada diwilayah perbatasan, Kota Dumai memiliki angka Rata-rata lama sekolah tertinggi sebesar 9,7 tahun, dan terendah berada di Kabupaten Rokan Hilir sebesar 7 tahun. Rata-rata Lama Sekolah Kabupaten/ Kota Di Provinsi Riau, Tahun 20057,87,38,811,37,07,07,07,17,89,78,6 RLS Prov 8,4 Th24681012KotaDumaiBengkalisRokan HilirKuantanSengingiIndragiriHuluSiakKamparRokanHuluKotaPekanBaruPelalawanIndragiriHilirKABUPATEN PERBATASANKABUPATEN NON PERBATASAN
Kondisi kesehatan penduduk kabupaten/kota yang menempati wilayah perbatasan berdasarkan indikator Angka Harapan Hidup, terendah berada di Kabupaten Rokan Hilir 66,6 tahun, sementara Kota Dumai memiliki AHH sebesar 70,3 tahun.
PROFIL WILAYAH PERBATASAN NEGARA
DI PROVINSI RIAU
4
Angka Haran Hidup Kabupaten/ Kota Di Provinsi Riau, Tahun 200570,369,766,667,668,270,967,766,370,567,670,3 AHH Prov 70,7 Th60657075KotaDumaiBengkalisRokan HilirKuantanSengingiIndragiriHuluSiakKamparRokanHuluKotaPekanBaruPelalawanIndragiriHilirKABUPATEN PERBATASANKABUPATEN NON PERBATASAN
Berdasarkan indikator komposit dari indeks pendidikan, indeks kesehatan dan indeks daya beli yang ditunjukkan dengan nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Kota Dumai dengan nilai IPM 75,3 menduduki ranking ke-23 dari 440 kabupaten/kota di Indonesia, sedangkan Kabupaten Rokan Hilir dengan IPM 68,6 menduduki ranking ke 233. IPM Kabupaten/ Kota Di Provinsi Riau, Tahun 200575,372,968,671,670,973,571,770,175,969,272,7 IPM Prov 73,66065707580KotaDumaiBengkalisRokan HilirKuantanSengingiIndragiriHuluSiakKamparRokanHuluKotaPekanBaruPelalawanIndragiriHilirKABUPATEN PERBATASANKABUPATEN NON PERBATASAN
Sementara berdasarkan penyebaran penduduk miskin diantara kabupaten/kota di wilayah perbatasan, jumlah dan persentase penduduk miskin tertinggi berada di Kabupaten Bengkalis sebanyak 70,56 Ribu jiwa (11%), dan kemiskinan terendah berada di Kota Dumai sebanyak 21,35 ribu jiwa (10%).
PROFIL WILAYAH PERBATASAN NEGARA
DI PROVINSI RIAU
Jumlah dan Persentase Penduduk MiskinKabupaten/ Kota Di Provinsi Riau, Tahun 200470,5649,4161,6455,7326,9679,2830,1952,52115,1321,3595,9210%11%4%25%12%29%15%10%20%25%18%-50100150KotaDumaiBengkalisRokan HilirKuantanSengingiIndragiriHuluSiakKamparRokanHuluKotaPekanBaruPelalawanIndragiriHilirKABUPATENPERBATASANKABUPATEN NON PERBATASAN(Ribu Jiwa)0%10%20%30%
Kondisi
Kondisi perekonomian, berdasarkan struktur perekonomian Provinsi Riau tahun 2006 didominasi oleh tiga sektor utama, yaitu: sektor pertanian sebesar Rp. 36.294.175,88 juta (21,72 %), sektor industri pengolahan sebesar Rp 32.313.284,02 juta (19,34 %). sektor perdagangan hotel dan restoran Rp. 11.179.723,48 juta (6,69 %), sektor pertambangan dan penggalian sebesar Rp. 7.427.525,42 juta (42,15 %), dan Sedangkan Kontribusi sektor lainnya seperti sektor sektor jasa-jasa Rp. 5.904.570,60 juta (3,53 %), sektor bangunan Rp. 4.258.801,15 (2,55 %), sektor pengangkutan dan komunikasi sebsar Rp. 3.216.185,10 juta (1,93 %), sektor keuangan persewaan dan jasa perusahaan Rp. 3.134.172,23 juta (1,88 %), dan sektor listrik, gas dan air bersih Rp. 339.751,00 juta (0,20 %).
Perekonomian Daerah
Pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau pada tahun 2006 diperkirakan mencapai 6,77 persen, yang dirinci menurut laju pertumbuhan persektor sebagai berikut : Pertanian 5,91 persen, Pertambangan 7,10 persen, Industri 5,95 persen, Listrik 5,90 persen, Bangunan 7,00 persen, Perdagangan 7,89 persen, Pengangkutan 5,95 persen, Keuangan 7,30 persen dan Jasa 5,65 persen (Rencana Strategis Provinsi Riau Tahun 2004-2008). Kondisi ini menggambarkan bahwa pada tahun 2006, Provinsi Riau harus mengembangkan industri yang berbasis pertanian (Agro Industri) disamping industri-industri lain yang telah berkembang seperti industri pertambangan dan listrik. Pertanian dalam konteks agribisnis diharapkan akan mampu memberikan multiplier effect bagi pertumbuhan sektor lain seperti industri, jasa dan perdagangan.
PROFIL WILAYAH PERBATASAN NEGARA
DI PROVINSI RIAU
PDRB Perkapita Non Migas ( H. Berlaku) Kabupaten/ Kota Di Provinsi Riau, Tahun 200510,413,016,621,420,028,511,315,519,128,015,3 PDRB Prov 17,3-51015202530KotaDumaiBengkalisRokan HilirKuantanSengingiIndragiriHuluSiakKamparRokanHuluKotaPekanBaruPelalawanIndragiriHilirKABUPATENPERBATASANKABUPATEN NON PERBATASAN(Ribu Rp)
Tidak meratanya sumbangan terutama bagi kabupaten/kota di wilayah perbatasan terhadap PDRB Provinsi Riau, menggambarkan bahwa antara kabupaten/kota di wilayah perbatasan juga terjadi disparitas pertumbuhan yang cukup tajam. Berdasarkan PDRB perkapita non Migas pada tahun 2005, kabupaten kota wilayah perbatasan memiliki PDRB perkapita di bawah rata-rata PDRB Provinsi.
Kondisi
Kondisi sarana dan Prasarana, untuk menunjang kelancaran arus lalu lintas penumpang dan barang dengan moda transportasi darat, pada tahun 2005 tercatat panjang ruas jalan Nasional di Provinsi Riau 1.126,11 kilometer, sedangkan panjang ruas jalan Provinsi tercatat sepanjang 2.162,82 kilometer. Ditinjau dari tingkat pelayanan jalan, kondisi ruang jalan Nasional saat ini yang berada dalam kondisi baik sepanjang 491,51 kilometer (43,65 persen), kondisi sedang 538,20 kilometer (47,79 persen) dan kondisi rusak 96,40 kilometer ( 8,56 persen). Sedangkan kondisi pelayanan ruas jalan Provinsi yang berkondisi baik 811,45 kilometer (37,52 persen), kondisi sedang 1.097,92 kilometer (50,76 persen) dan kondisi rusak 253,45 kilometer (11,72 persen). Selanjutnya ditinjau dari jenis permukaan jalan, ruas jalan Nasional beraspal sepanjang 1.058,11 kilometer (93,96 persen) dan jalan tanah sepanjang 68,00 kilometer (6,04 persen). Adapun jenis permukaan ruas jalan Provinsi yang beraspal sepanjang 1.043,27 kilometer (48,24 persen), jalan kerikil sepanjang 692,52 kilometer (32,02 persen) dan jalan tanah sepanjang 427,05 kilometer (19,74 persen).
Sarana dan Prasarana
Di Provinsi Riau beberapa bandara, termasuk bandara khusus di wilayah perbatasan yaitu di Kabupaten Pelalawan yang dibangun oleh PT. RAPP di Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan yang telah diresmikan pemakaiannya pada tahun 2003, dengan nama Sultan Syarif Harun Satria Negara (SSH-SN) tapi hanya beberapa bandara saja yang saat ini aktif melayani jasa angkutan udara berjadwal yaitu Sultan Syarif Qasyim II di Pekanbaru. Sedangkan bandara lainnya belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk penerbangan berjadwal karena selain disebabkan status sebagian bandara adalah Bandara Khusus, juga disebabkan karena maskapai penerbangan yang sudah eksis belum memanfaatkan Bandara tersebut dalam rangka memperlancar arus transportasi udara dan dalam rangka pemanfaatan Bandara tersebut secara optimal. Karena itu, Pemerintah Provinsi Riau membangun perusahaan penerbangan daerah yaitu PT Riau Air Lines.
PROFIL WILAYAH PERBATASAN NEGARA
DI PROVINSI RIAU
7
Dalam hal ini perhubungan laut, angkutan laut merupakan sarana perhubungan yang sangat penting di Provinsi Riau. Hal ini disebabkan sebagian daerah Provinsi Riau terdiri dari pulau-pulau yang terhampar di Selat Sumatera sampai laut Cina Selatan. Dari laporan 111 buah pelabuhan laut yang ada diperoleh informasi bahwa pada tahun 1997 banyaknya barang-barang antar pulau yang dibongkar berjumlah 22,06 juta ton dan yang dimuat berjumlah 89,62 juta ton. Sedangkan pada tahun 1996 barang-barang antar pulau yang dibongkar berjumlah 15,24 juta ton, dan dimuat 32,51 juta ton, dengan kata lain lalu lintas barang-barang antar pulau tahun 1997 mengalami kenaikan sebesar 44,77 persen untuk barang yang dibongkar dan naik sebesar 175,67 persen yang dimuat bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya dibongkar mencapai 20,5 juta ton dan dimuat 38,9 juta ton.

0 komentar:

Poskan Komentar

Loading...